Sabtu, 16 April 2011

Jadilah Pembaca Kritis

@Indonesian Broadcaster™
(your radio broadcasting specialist)


“Sebaiknya Jangan Percaya Begitu Saja, Namun Jadilah Pembaca Kritis.”



Bismillahirrohmanirrohiim

Ikhwaanii wa Akhwaatii rahimakumullaah…


Banyak perjalanan hidup orang-orang terkenal yang membutuhkan cara baca yang selektif. Sebaiknya janganlah Anda menerima begitu saja apa yang ada. Kewajiban kita adalah menimbang semua itu dengan syariah dan akal.

Sebab di antara biografi para ulama terdapat pujian karena sikap lapar mereka yang diluar batas. Karena mereka tidak beristri. Karena mereka diam di rumah sampai-sampai tidak menghadiri shalat jama’ah dan sama sekali tidak memperhatikan kebersihan badan, dan lain-lain.

Padahal bukankah semua itu bertentangan dengan syariah, dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membenarkannya.

Disebutlah dalam sejarah tentang jumlah pasukan Nabi Musa as. Mereka mengatakan, enam ratus ribu! Ini sungguh tidak masuk di akal dengan beberapa alasan., sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Khaidun dalam Muqaddimah-nya. Atau seperti perkataan mereka, al-Hajjaj membunuh seratus ribu orang. Ini juga sangat jauh dari realita.

Berapa penduduk kota Kufah saat itu, atau Iraq? Lalu siapa yang menghitung jumlah mereka yang terbunuh itu, dan mengapa mereka di bunuh!?

Ini bukan bermaksud hendak membela al-Hajjaj, namun demi sebuah realita. Atau perkataan mereka, Abu Muslim membunuh sejuta orang!! Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa dia membunuh satu juta!?

Masya Allah, sungguh itu sangat tidak mungkin, dan jauh dari akal sehat. Ketahulah wahai sahabatku, bahwa emosi itu tunduk pada angka-angka, dan jiwa itu cenderung pada yang ajaib-ajaib atau aneh-aneh. Sehingga mereka senang untuk membesar-besarkan dalam menukil, dan melupakan penelitian yang teliti.

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
Katakanlah, ‘Tunjukkanlah bukti-bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah {2}:111).

Subhanallah, sungguh pasti benar Allah dengan petunjuk-Nya...


 

Wassalamu’alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.

Tidak ada komentar: