Tampilkan postingan dengan label Catatan ~∂eanny♥divΞ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan ~∂eanny♥divΞ. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Cukuplah Auratmu Untuk Suamimu Saja!

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


 ♥♥♥ Duhai M.U.S.L.I.M.A.H.
“Cukuplah Auratmu Untuk Suamimu Saja!”

nasihat : ~∂eanny♥divΞ


Bismillaahir rohmanir rohiim


Sahabat Indonesian Broadcaster yang dirahmati oleh Allah ta’ala…

Jean pernah menulis sebuah ‘status’ di facebook dengan narasi sebagai berikut:

“Ketika pintu-pintu bagi syaithon engkau buka, niscaya ia yang tadinya asing akan menjadi familiar, dan terasa menyenangkan. Selanjutnya engkau keranjingan, hingga dosis pun terus meningkat. Sementara Rasulullah saw tercinta telah bersabda; "Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah asma Allah, sebab syaithon tidak akan sanggup membuka pintu yg tertutup. (HR. Bukhari).


Jean percaya, bahwa engkau memahami maksud tulisanku itu, dimana Allah ta’ala memerintahkan setiap muslimah agar menutup aurat, dan mereka terbiasa menutup anggota badannya. Sungguh dalam hal ini Islam telah mewajibkan wanita menutup auratnya, sebab dari tubuh wanita ini selalu menjadi tuntutan dan sumber FITNAH bagi kaum lelaki.

 
Dalam syari’at Islam, wanita selalu diperintahkan untuk BERHIJAB, dengan maksud melindungi dirinya dari segala keburukan. Layaknya manisan berkualitas tinggi yang terbungkus dalam kemasan, agar ia terjaga dari polusi dan tidak rusak.

Tutuplah auratmu dengan sempurna duhai saudariku sayang. Sebab ini adalah perintah, sebagaimana yang difirmankan oleh Rabb-mu; “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan PAKAIAN TAQWA itulah yang PALING BAIK.” (QS. al-A’raaf {7}:25).

Sedangkan syaithon dalam wujud tak tampak maupun berwujud sama dengan kita, sangat bernafsu hendak menelanjangi umat Muhammad dengan dalih gaya (modernisasi) serta budaya ‘ngeceng’ atau gengsi (show off).

Sebenarnya Islam tidak melarang kita untuk mempercantik diri, memelihara rambut nan indah alias tidak pernah dicukur cepak, memelihara tubuh agar tidak berlemak dan tidak berpenyakit, menjaga kebersihan, kemulusan, maupun keharuman tubuh sepanjang hari, serta perihal lainnya yang insyaAllah dapat membahagiakan hati dengan cara baik dan benar.

Akan tetapi semua itu kita upayakan, semata demi menyenangkan hati SUAMI saja. Sungguh BOHONG rasanya, jika suami tidak suka kepada istri yang tampil cantik dengan rambut indah tergerai, tubuh dan kulit yang mulus, sehat, proporsional, bersih, wangi, serta nafas yang segar berikut tutur kata yang lemah lembut dan terjaga. Subhanallah, sungguh semua itu HANYA UNTUK SUAMI SAJA. Sebab kaum muslimah adalah bukan boneka ‘mannequin’, atau ia juga bukan piala bergilir yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Na’udzubillaah tsumma na’udzubillaah...

Maka hendaknya janganlah na’if! Aku tanyakan kepadamu, “apakah engkau sudi tukar-tukaran sikat gigi sama orang lain, dan tidak merasa jijik!?” Astaghfirullaah… sungguh kepada hal kecil seperti contoh sikat gigi ini saja, kita takkan sudi melakukannya. Lantas, apakah untuk perkara serius berupa perintah dari Allah dan Rasul-Nya akan kita selewengkan!?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka…” (QS. an-Nuur {24}:31).

Setahu jean, Islam TIDAK MELARANG kita untuk menampilkan diri dalam bentuk KETIDAK-SOMBONGAN, serta perihal baik dan benar lain, yang diniatkan bukan untuk RIYA’, tetapi karena MENGHARAP RIDHA ALLAH.
Maka sekali lagi, marilah kita tunjukkan kepribadian Islami berupa ucapan, sikap serta perbuatan dengan sebenar-benarnya. Apakah itu kejujuran, kecerdasan, keikhlasan, kerajinan, kesopanan, kesantunan, kesederhanaan, kedermawanan, sekaligus membenci segala hal yang diharamkan oleh Islam.

Adapun cara yang insyaAllah shoheh untuk mewujudkannya adalah,  TUNJUKKANLAH SEMUA ITU TANPA HARUS MEMAMERKANNYA KEPADA SEORANG PUN. Akan tetapi ini kita lakukan lantaran mengharap ridha Allah, dan semoga DIA pun semakin sayang kepada kita.

Allah ta’ala berfirman, “Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.” (QS. al-Mu’min {40}:38).

Subhanallah, sungguh Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya...











Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ

S.U.K.S.E.S. Menurut Indonesian Broadcaster

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


♥♥♥ S.U.K.S.E.S. 
Menurut Indonesian Broadcaster


Bismillaahir rohmaanir rohiim...


Sahabat Indonesian Broadcaster yang dirahmati oleh Allah ta’ala...

Sukses menurut (kebanyakan) pendapat umum adalah, apabila seseorang disaksikan berhasil dalam karier—bisnis—rumah tangga—punya ini dan itu, dan lain sebagainya. ‘Compliment’ sukses ini juga dengan senang hati diberikan kepada orang-orang yang di anggap baik—ramah—mudah bergaul—disenangi teman—royal—dan lain-lain, meski mereka sebenarnya ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Ironis memang, tetapi begitulah kenyataan yang ada...!?

Adapun SUKSES menurut Indonesian Broadcaster, sungguh tidak cukup seperti itu saja, atau sebagaimnana anggapan kebanyakan orang dalam menilai kesuksesan. Sebab kesuksesan demikian itu hanya merupakan segelintir dari kesuksesan yang sebenarnya.

Ingatlah tatkala Allah ta'ala berfirman: "Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja, maka ia merugi. Sebab di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat." (QS. an-Nisaa' 134).

Dengan hujjah ini maka terbantahlah jika sekadar kaya raya—punya keluarga bahagia—baik—sosial—royal—dan lain sebagainya yang dijadikan tolok ukur selama ini adalah bentuk keliru. Sebab dalam perkara ini mereka tidak mengindahkan ANGGAPAN SESUNGGUHNYA, yakni anggapan dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Ketahuilah sahabat, bahwa orang-orang kafir juga banyak yang baik—sosial—royal—dan silakan sebutkan apa saja yang (katanya) di anggap baik selama ini. Padahal ayat Allah telah menentukan bahwa kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir itu adalah SIA-SIA belaka. Mengapa? Sebab mereka ingkar kepada Allah ta’ala!

Ketika seseorang mengaku beriman, apakah ia akan bersedia patuh kepada pemahaman ‘sukses’ yang sebenarnya sesat lagi menyesatkan seperti itu!? Nau'dzubillaah...

Jika tidak, segerakanlah diri memperbaiki anggapan keliru selama ini, untuk selanjutnya sami'na wa atho'na kepada perintah Allah ta'ala sebagaimana disebutkan dalam surah al-Baqarah ayat 208?

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Subhanallah, sesungguhnya kaffah dalam ber-Islam merupakan bentuk SUKSES yang SUKSES sebenarnya...

Wallahua'lam bish-showab.




Barakallahu fiikum
Wassalamu'alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ

Prinsip Utama Bagi "Komunikator Mukmin"

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


 ♥♥♥ Prinsip Utama Bagi "Komunikator Mukmin"


Bismillaahir rohmaanir rohiim…

Sesungguhnya kata sabar berulang-ulang dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah, serta digunakan untuk mengingatkan manusia antara satu dengan lainnya. Sabar ini memiliki makna yang demikian penting, sehingga sampai pada salah satu sifat yang empat, dan menjadikan manusia terhindar dari kerugian.

Firman-Nya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kcuali orang-orang yang berriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi KESABARAN.” (QS. al-Ashr {103}:1-3)

Allah ta’ala menegaskan, bahwa manusia akan senantiasa berada dalam kerugian, kecuali mereka yang melakukan empat perkara ini:

1. Iman kepada Allah.
2. Melakukan amal shaleh.
3. Saling menasehati untuk mentaati kebenaran.
4. Saling menasehati dengan kesabaran.

Keselamatan manusia tidak akan pernah terjadi, kecuali ia mampu menyempurnakan dirinya dengan keimanan kepada Allah ta’ala dan melakukan amal shaleh, serta melengkapi orang lain dengan nasihat dan arahan. Dengan demikian, insyaAllah ia telah mampu menyatukan antara haqq Allah dan haqq hamba-hamba Allah.
Sesungguhnya kata sabar sangatlah pendek, mudah diucapkan karena ia tidak lebih dari 5 huruf. Setiap manusia bisa saja mengucapkannya, atau bisa saja menasehati dengannya. Namun untuk mampu menempuhnya sendiri adalah persoalan lain. Sabar dalam hakikat sebenarnya terdiri dari beberapa macam. Di antaranya; sabar untuk tidak melakukan maksiat, dan ini merupakan suatu kewajiban atas diri setiap mukmin, apalagi para da’i/daiyyah, dimana mereka wajib memperbanyak ketaatan. Sebab iman itu bertambah dengan taat dan berkurang akibat maksiat-maksiat.
Kemudian sabar atas cobaan (bala’), ini merupakan kewajiban atas seorang mukmin, namun bagi seorang da’i/da’iyyah jauh lebih wajib. Sebab dakwah umumnya akan selalu berhadapan dengan berbagai ujian dan cobaan.

Sungguh masih banyak syarat-syarat lainnya yang harus di pahami, dilaksanakan, serta di amalkan oleh para pendakwah. Namun sabar merupakan kata kunci dan terpenting sebelum mereka benar-benar terjun menyampaikan syi’ar dien yang mulia ini.

Wallahua’lam bish-showab



Barakallaahu fiikum
Wassalamu'alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ

Hati-Hati Dengan Tipuan Dunia Bernama S.U.K.S.E.S.

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


♥♥♥ Hati-Hati Dengan Tipuan Dunia 
Bernama S.U.K.S.E.S.




Bismillaahir rohmaanir rohiim

 

Sahabat Indonesian Broadcaster yang dirahmati oleh Allah ta’ala...

Ketika kita mendapat sukses dunia berupa harta yang berlimpah, sungguh dalam hal ini Allah ta’ala (belum tentu) ridha kepadanya. Sebab bisa jadi harta benda yang banyak itu merupakan ujian paling berat bagi setiap hamba Allah yg tengah di uji-Nya.

Allah ta’ala berfirman : “Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (ar-Ra’d 26).

Pernyataan ini sebenarnya hendak mengingatkan kita, bahwa setiap bentuk rizki yang dititipkan oleh Allah, belum tentu lantaran DIA ridha kepada hamba-Nya. Sebab untuk kesuksesan dunia, sungguh bukan (melulu) ditandai dengan keberhasilan finansial atau bentuk kesuksesan-kesuksesan umum yang di anggap memberhasilkan seseorang selama ini.

 

Akibatnya, perihal sukses finansial seperti itu dijadikan TOLOK UKUR bagi banyak orang. Lantas mereka berupaya mengejarnya mati-matian, dan mati beneran setelahnya, dengan tidak membawa apa-apa bagi akhiratnya. Na'udzubillah tsuma na'udzubillaah...

 

Tadi di atas jean menuliskan; “...bisa jadi harta benda yang banyak itu merupakan ujian paling berat bagi setiap hamba Allah yg tengah di uji-Nya." Argumentasinya begini...

Ketika seseorang dititipkan Allah "SUKSES DUNIA", lantas ia menganggap Allah ta'ala ridha, meski sikap dan perilakunya adalah berbangga diri—melupakan—bahkan meniadakan perintah serta larangan Rabb-nya!?
 
Namun sebaliknya, ketika Allah ta'ala menitipkan "GAGAL atau KESEMPITAN" (menurut anggapan kebanyakan hamba-Nya), maka bisa jadi ia akan CEPAT KEMBALI kepada Rabb-nya untuk bertaubat—merengek-rengek—berdoa—dan lain sebagainya.

Subhanallah, sungguh Allah ta'ala Mahamengetahui lagi Mahaberkehendak terhadap segala ketentuan-Nya. Maka mari kita kembangkan argumentasi serta hujjah ini, kepada beberapa hal nyata yang sering kita saksikan selama ini.

Misalnya...

Terdapat pasangan suami—istri yang memulai kehidupan rumah tangganya dengan cara yang amat di benci oleh Allah, seperti: kumpul kebo—nikah beda kepercayaan—selingkuh—dan lain sebagainya.

  
Kemudian Allah ta'ala menguji kita (orang-orang) selain pelaku maksiat, melalui pemandangan ideal yang tampak oleh ‘kasat mata’, berupa kehidupan rumah tangga yang meski dengan jalan maksiat dan berbuat dosa seperti itu,  tetapi mereka tampaknya berhasil membina rumah tangga yang harmonis—rizki yang berkecukupan—atau anak-anak yang meski menjadi kafir, lantaran dunia mereka di anggap sukses. Padahal (sekali lagi), mereka INGKAR kepada Allah dan Rasul-Nya.

Maka penilaian pun langsung ditujukan kepada bentuk ‘berhasil’ yang sangat di damba bagi DUNIA seperti tersebut. Sedangkan cara memulainya, dan atau keingkaran mereka, seenaknya saja di toleransi bersama hasil akhir yang di dalih "toh mereka SUKSES..!?" Astaghfirullaah wa na'udzubillaah...

Adapun penyebab debilitas serta penyesatan seperti itu dikarenakan "Ghazwul Fikr" (Perang Pemikiran), yang selama ini dikelola secara profesional oleh golongan orang-orang Kafir—Munafik—serta Fasiq, lewat ‘permainan’ SESAT yang di sebut SINKRETISME, atau segala sesuatu di ukur dari SEGI BAIK menurut pemikiran semata.

Itulah sebabnya mengapa Islam dikatakan sebagai Dien bagi orang-orang yang beriman lagi cerdas, serta berpikir dan berindak berdasarkan syariat yang telah di tentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Di samping itu, hendaknya kita tidak pernah bersedih atau menyerah begitu saja, kepada suatu kenyataan G.A.G.A.L. yang sedang dititipkan oleh Allah kepada setiap hamba-Nya yang tengah di uji. Firman-Nya, "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Alam Nasyrah 5).


Wallahua’lam bish-showab...




Barakallaahu fiikum
Wassalamu'alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ

Selasa, 26 April 2011

Berhentilah Mencari Kesalahan Orang Lain

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


♥♥♥ Berhentilah Mencari Kesalahan Orang Lain


 

Bismillaahir rohmaanir rohiim…


Seorang hamba yang sholeh itu hendaknya disibukkan dengan usaha untuk memperbaiki diri dan selalu bermuhasabah (menghitung-hitung) terhadap dirinya sendiri agar kualitas keimanannya meningkat dan lebih bermanfaat bagi orang lain.

Allah ta'ala berfirman, "Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain." (QS. Al-Hujuraat {49}:12).

Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bersabda, "Barangsiapa menutupi aurat (aib) saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang membuka aib saudaranya, maka Allah akan membuka aibnya, sehingga Allah membongkar aib orang tersebut di dalam rumahnya sendiri." (HR. Ibnu Majah). 
Maka adalah suatu kerugian, jika seorang hamba hanya sibuk mencari-cari aib orang lain, sehingga ia tidak sempat memperbaiki diri sendiri. Sungguh tidak mustahil jika aib kita sebenarnya lebih banyak dari orang lain.

Oleh karena itu, tidakkah engkau merasa takut dan malu...!? Wallahua’lam bish-showab...





Barakallahu fiikum
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ

©Indonesian Broadcaster

N.O.T.E. :
Silakan klik "Attachment" untuk mendengarkan contoh Insert Radio Program

Attachment: Master Renungan 1 - Waspadai Orang Jahil.mp3
Attachment: Master Renungan 2 - Keagungan.mp3
Attachment: Master Renungan 3 - Prasangka.mp3
Attachment: Master Renungan 4 - Jauhilah Prasangka.mp3
Attachment: Master Renungan 5 - Cinta Sesungguhnya.mp3
Attachment: Master Renungan 6 - Iri Hati.mp3
Attachment: Master Renungan 7 - Setelah Kesulitan Ada Kemudahan.mp3
Attachment: Master Renungan 8 - Cinta Kepada Allah.mp3
Attachment: Master Renungan 9 - Ujian Besar.mp3
Attachment: Master Renungan 10 - Pakaian Taqwa.mp3

Optimalisasi Ikhtiar Sebelum Tawaqal

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


♥♥♥Optimalisasi Ikhtiar Sebelum Tawaqal



 

Bismillaahir rohmaanir rohiim…


Jika engkau menanti Allah menciptakan rasa kenyang padamu tanpa makanan, atau Allah menciptakan makanan yang bergerak sendiri menghampirimu, atau Allah menundukkan malaikat yang mengunyahkan makanan untukmu dan kemudian menyampaikan makanan tersebut ke perutmu, sungguh dirimu bodoh akan sunnah Allah.

Demikian juga jika engkau tidak menanami bumi namun berharap Allah menciptakan tanaman tanpa benih. Semua itu adalah kekonyolan!

Umar bin Khaththab ra berkata : “Janganlah salah seorang di antara kamu berdiam diri dari mencari rezeki, padahal dia tahu bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak.”

Sungguh bahwa HASIL nyata itu bukan turun begitu saja dari langit. Maka berusaha dan bekerjalah terlebih dahulu, baru kemudian bertawakal, sebagaimana dikatakan oleh firman-firman Allah ta’ala berikut ini :

Katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu...” (QS. at-Taubah 105),

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat balasan-Nya. dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” (QS. az-Zalzalah 7-8),

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. an-Najm 39-41).

Wallahu tabaraka wa ta’ala a’lam



Barakallahu fiikum
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ


N.O.T.E :
Silakan klik "Attachment" untuk mendengarkan atau mendownload rekaman di bawah ini...

 
Attachment: ABI DIVE - Ooh Allah, Forgive Me.mp3
Attachment: Master Jingle Arbes FM.mp3
Attachment: Master Smash The Choices Of Indonesiana (1).mp3
Attachment: Master Smash The Choices Of Indonesiana (2).mp3
Attachment: Master Smash The Choices Of Indonesiana (3).mp3
Attachment: Master Smash Your Partner Ended (1).mp3
Attachment: Master Smash Your Partner Ended (2).mp3

Senin, 25 April 2011

Ketika Suami Memperkenalkan Istrinya; "Kenalkan, Istri Pertama Saya…"

Indonesian Broadcaster
(your radio broadcasting specialist)


Ketika Suami Memperkenalkan Istrinya;
♥♥♥"Kenalkan, Istri Pertama Saya…" ►



Bismillahir rohmaanir rohiim…

Berikut ini merupakan kejadian nyata dari orang-orang yang berada di sekitarku, atau bisa jadi ‘mereka’ juga terdapat di sekitarmu...

Ada seorang yang membuatku tertawa geli sekaligus mual-es...^^ Yakni ketika seseorang lain mengatakan kepadanya, "Wah pak anu romantis selalu sama istrinya yaa...?" Lantas bapak yang dipuji ini membenarkan pujian itu dan menambahkan ‘bumbu’, "Iya donk, papah kan cintanya sama mamah aja yah mah yaa..." (sembari memeluk bahu istrinya). Padahal kami tahu lho, bahwa (afwan) 'si papah' ini sebenarnya nggak jauh beda sama lagu Ratu yang berjudul, "Lelaki, BUAYA DARAT, b.s.et" ^_^

Akan tetapi ada lagi sepasang suami—istri yang cukup membuatku kagum, dan sependapat sama mereka.^^ Kejadian itu ketika seorang suami memperkenalkan istrinya, kepada orang lain yang belum dikenal oleh istrinya. Ia mengatakan;

"Kenalkan pak anu, ini ISTRI SAYA YANG PERTAMA..."

Lantas pak anu itu bingung, dan spontan bertanya, "Lho memang istri bapak ada berapa..?"

"Baru satu ini.." jawabnya...

Kemudian orang yang dikenali itu mulai iseng dan bertanya lagi.. "Wah berarti bisa jadi ada istri-istri yang lainnya donk..!?"

Maka suami itu pun menjawab, "Wallahua'lam, yang jelas saya selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan rizki yang dititipkan-Nya kepada saya. Bukankah Allah ta’ala berjanji AKAN MENAMBAH nikmat serta rizki kepada setiap hamba-Nya, jika hamba itu senantiasa bersyukur...?"

~~~~Kwak—kwak~~~~ ^_^


 

Penanya itu penasaran, kemudian ia menanyakan kepada istri orang yang berprinsip ini, "Wah Bu, gimana tuh prinsip suaminya???"
 
Menjawablah istri yang mukminah lagi jameelah ini disertai senyumnya yang manis, "Na’am pak, insyaAllah apa yang dikatakan suami saya tadi benar adanya..."

Nah lho, Subhanallaah bukan...? ^^







Barakallahu fiikum
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~∂eanny♥divΞ